Cron Generator – Buat dan Pahami Ekspresi Cron

Pilih templat atau ubah kolom-kolomnya: ekspresi cron dan jadwal berikutnya langsung diperbarui.

Teks dan file Anda tetap di browser — tidak ada yang dikirim ke server.

Menit 0-59
Jam 0-23
Tanggal 1-31
Bulan 1-12
Hari dalam seminggu 0-6

Hari dalam seminggu dari 0 (Min) sampai 6 (Sab); 7 juga berarti Minggu. Nama seperti MON atau JAN dan singkatan seperti @daily juga bisa dipakai.

Arti jadwal ini

10 jadwal berikutnya

    Cara pakai

    1. Klik salah satu jadwal umum, atau pilih mode dan nilai untuk kelima kolom: menit, jam, tanggal, bulan, dan hari dalam seminggu.
    2. Sudah punya ekspresi? Tempel di bagian atas. Kolom-kolom terisi otomatis dan jadwalnya dijelaskan dalam bahasa Indonesia.
    3. Di bawah “10 jadwal berikutnya”, Anda bisa melihat kapan tugas akan berjalan menurut zona waktu browser Anda. Jika server Anda memakai zona waktu lain, perhitungkan selisihnya.
    4. Klik “Salin” lalu tempel ekspresinya ke crontab, GitHub Actions, CronJob Kubernetes, atau penjadwal di layanan cloud.

    Pertanyaan umum

    Bagaimana jika tanggal dan hari dalam seminggu sama-sama diisi?

    Cron standar menjalankan tugas jika salah satunya cocok (ATAU). Misalnya, “0 9 1 * 1” berjalan pada tanggal 1 setiap bulan dan setiap hari Senin. Pratinjau jadwal berikutnya mengikuti aturan yang sama.

    Bisakah memakai kolom detik atau tahun?

    Alat ini memakai format standar 5 kolom seperti crontab di Linux dan kebanyakan penjadwal. Quartz dan Spring memakai 6 atau 7 kolom dengan detik di depan: cukup tambahkan kolom detik di awal.

    Mengapa tugas saya berjalan di jam yang berbeda di server?

    Cron mengikuti zona waktu server atau layanannya. GitHub Actions, misalnya, berjalan dalam UTC: WIB adalah UTC+7, jadi kurangi 7 jam dari waktu lokal Anda sebelum menulis ekspresinya.

    Alat serupa

    Semua alat